nusakini.com-Brunei- Hari pertama pertemuan Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) digelar bilateral talk. Pada kesempatan pertama, Menag Lukman Hakim melakukan pembicaraan dengan Menteri Bertanggungjawab Hak Ehwal Masyarakat Islam Singapura Encik Masagos Zulkifli.  

Kali kedua, Menag berbincang dengan Menteri Agama Brunei Darussalam Pahin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Usaha Ustaz Haji Awang Badaruddin bin Pengarah Dato Paduka Haji Awang Othman. Terakhir, Menag berdiskusi dengan Menteri Agama Malaysia Datuk Seri Dr. Mujahid bin Yusof Rawa.  

Pertemuan berlangsung di Jerudong, Brunei. Ikut mendampingi Menag, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Kabadan Litbang dan Diklat Abd Rahman Mas'ud, Kedubes RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko, Direktur Penerangan Agama Islam A Juraidi, dan Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki.  

"Tadi saya bertemu dengan Menteri Agama Singapura, lalu Brunei dan Malaysia. Alhamdulillah meski singkat, pertemuan cukup produktif," ujar Menag di Brunei, Kamis (15/11). 

"Kita membicarakan hubungan bilateral, terkait bagaimana pengelolaan ibadah haji. Juga terkait urusan pernikahan karena banyak WNI di Malaysia, Singapura, dan Brunei," sambungnya.  

Menurut Menag, bilateral talk juga membincang program jaminan produk halal. Indonesia sejak 2014 terus melakukan beragam persiapan. Apalagi sejak 2016, Kementerian Agama sudah memiliki struktur baru bernama Badan Pengelolaan Jaminan Produk Halal (BPJPH) 

"Indonesia sedang serius persiapan sertifikasi halal. Semua negara memiliki konsern yang sama. Pada tataran operasional, ini akan dibahas bersama," ujarnya.  

Hal lain yang didiskusikan terkait dakwah Islam rahmatan lil alamin. Dikatakan Menag, globalisasi memunculkan faham keagamaan transnasional yang tidak sejalan dengan pemahaman mainstream masyarakat di empat negara MABIMS. Bahkan, faham tersebut dirasakan cenderung ke arah ekstrem.  

"Ini tantangan dan kita bersepakat bagaimana Islam rahmatan lil 'alamin dikedepankan," tuturnya.  

Menurut Menag, sebagai pendekatan, setiap negara memiliki istilah masing-masing dalam dakwah Islam Rahmatan lil 'alamin. Malaysia menyebutnya dengan istilah Model Malaysia. Di Indonesia, ada yang mengenalkan dengan istilah Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan.   

"Intinya sama, bagaimana mendakwahkan Islam yang menebarkan rahmat bagi dunia dengan memperhatikan konteks masing-masing," tutupnya.  

MABIMS di Brunei akan berlangsung hingga 16 November 2018. Agenda siang ini, para menteri akan bersidang untuk mengambil putusan atas rumusan yang dihasilkan dalam Senior Officials Meeting. (p/ab)